Liburan ke Gunung Bromo Lengkap dengan Review Jalur, Hotel dan Panoramanya

Halo !!!

Sudah cukup lama tidak bersua ya. Kali ini panorlens.com akan membahas petualangan mengunjungi Gunung Bromo yang ada di Jawa Timur.

Gunung Bromo sekarang tidak hanya jadi tempat wisata saja. 
Sekarang kawasan Bromo telah menjadi lokasi dari beberapa event berkelas nasional maupun internasional. Seperti Jazz Gunung dan Bromo Marathon.

Wisata Gunung Bromo adalah salah satu destinasi andalan yang di miliki Indonesia dan selalu di promosikan di luar negeri.

Kali ini kami akan membahas lengkap mengenai wisata Gunung Bromo, baik dari akomodasi, harga tiket masuk Bromo, guest house yang ada di Bromo dan realita apa saja yang bisa kalian dapati pada saat berada di Bromo ini.

Yuk kita mulai. 

bromo tengger semeru


Sebelum berbicara soal akomodasi dan lainnya, marilah kita bahas soal gunung Bromo. 
Mungkin dari kalian ada yang belum tau gunung Bromo dimana ? masak sih belum tau ?

Oke kita kasih tau deh, menurut wilayahnya, Lokasi Gunung Bromo dan kawasan Bromo Tengger Semeru ini berada di antara empat (4) Kabupaten yaitu Malang, Pasuruan, Probolinggo dan Lumajang. 

Mungkin banyak yang berfikir bahwa Bromo itu milik kota Malang, hal itu menurut saya tidak benar, karena yang memiliki wilayah di kawasan Bromo Tengger Semeru adalah Kabupaten Malang.

Sejarah Gunung Bromo ini konon ceritanya terbentuk dari letusan ribuan tahun yang lalu dari Gunung Tengger Purba.

Untuk ke mencapai Gunung Bromo terdapat empat (4) jalur populer yang bisa kalian tempuh. (Sepanjang pengetahuan saya ada empat jalur populer)

Jalur yang bisa kalian tempuh yaitu via Probolinggo, Pasrepan (Pasuruan), Nongkojajar dan Tumpang (Malang). Mari kita bahas Satu persatu.

1. Jalur Pertama via Probolinggo

Untuk menuju Bromo melalui jalur Probolinggo bisa dibilang jalur ini adalah jalur yang paling populer dan sangat direkomendasikan bagi para penyedia paket wisata tour Bromo. 

Lho kok gitu ?

Karena jalur Probolinggo ini relatif landai, aksesnya mudah, jalur yang aman dan banyak sekali guest house yang bertebaran dan murah meriah. 

Di kawasan Cemoro Lawang Probolinggo kalian bisa menemukan guest house dengan harga 100 ribuan aja. Pas kan buat kalian yang suka backpackeran

Kekurangannya mungkin jika ditempuh dari Kota Malang, membutuhkan waktu sekitar 4-5 jam perjalanan. Jalur Probolinggo ini lebih efektif kalo kalian memulai perjalanan dari Surabaya, karena waktu tempuhnya lebih cepat.

2. Jalur Kedua via Pasrepan, Pasuruan

Jalur kedua ini adalah jalur populer kedua setelah jalur Probolinggo. 

Jalur pasrepan ini memiliki jalur yang cukup landai tapi berkelak-kelok dan cukup lama berada di kawasan perhutanan yang sangat minim lampu penerangan. 

Aksesnya cukup mudah. jika kalian dari kota Malang ambil arah Surabaya sampai menemukan pertigaan Purwosari kalian ambil jalan lurus sampai menemukan pertigaan besar kalian belok kanan menuju ke arah gunung Bromo.

Jika kalian lewat jalur ini kalian bisa langsung mengakses spot Penanjakan 1 dan 2 gunung Bromo. Spot tersebut adalah salah dua spot sunrise terbaik di gunung Bromo.

Tips melewati jalur Pasrepan. Jika kalian menggunakan motor pastikan jangan berkendara sendirian, minimal ada 3-5 motor dalam satu rombongan.

Karena biasanya pengunjung Bromo berkendara malam hari dan jalur Pasrepan ini sangat terkenal dengan begalnya maka dari itu kalian harus selalu berhati-hati. 

Jika menggunakan motor, pastikan motor kalian dalam kondisi prima ya !


3. Jalur ketiga via Nongkojajar

Jalur ketiga ini juga masih termasuk dalam wilayah Pasuruan tapi, lebih dekat jika diakses dari kota Malang. 

Jalur ketiga ini menurut saya paling cepat dan aman jika diakses dari kota Malang. 

Jalur dari Nongkojajar ini pada akhirnya akan bertemu dengan jalur dari Paserpan tadi. Yaitu sama-sama bertemu di desa Wonokitri, yaitu desa yang merupakan pintu masuk untuk membayar tiket masuk Gunung Bromo.

Jalur Nongkojajar ini cukup cepat, dapat ditempuh sekitar 2 jam saja dari Kota Malang. 

Jalur nongkojajar ini terbilang aman, karena hingga menuju wonokitri selalu ada rumah penduduk, jadi bisa dibilang lebih aman daripada jalur paserpan yang didominasi oleh kawasan hutan.

Tetapi ada beberapa tikungan yang cukup tajam dan menanjak jadi kalian harus tetap hati-hati.

Untuk guest house juga cukup banyak, kalian bisa mencari di daerah Tosari atau Wonokitri, disana banyak hotel dan guest house yang cukup terjangkau.


4. Jalur keempat via Tumpang, Malang

Jalur terakhir ini bisa dibilang kurang populer untuk para wisatawan. 

Sebenarnya jalur ini paling dekat jika diakses dari kota Malang. Sekitar 1,5 jam saja untuk sampai ke lautan pasir gunung Bromo. Tapi sayangnya fasilitas di jalur ini masih sangat minim. 

Tidak ada fasilitas guest house (setau saya sih), Jalan yang sangat nanjak dan minim fasilitas penerangan. 

Ohya sangat tidak dianjurkan menggunakan motor matic untuk melewati jalur ini, karena turunannya cukup curam.

Banyak kejadian rem blong dan membuat terjadinya kecelakaan hingga menimbulkan korban jiwa.

Jalur Tumpang ini sebenarnya lebih di khususkan untuk mereka yang ingin mendaki gunung Semeru. Karena jalur ini salah satu jalur untuk mengakses desa Ranupani di kaki gunung Semeru.

Jalur ini biasanya digunakan mereka yang suka offroad, jika kalian cuman mau berwisata yang aman dan nyaman silahkan melewati 3 jalur sebelumnya.

"Dari keempat jalur diatas saya lebih merekomendasikan untuk melewati jalur Probolinggo jika kalian dari Surabaya. Jika kalian dari kota Malang, silahkan memilih jalur Nongkojajar."

Kelar ya soal jalur menuju ke Gunung Bromo !


Mari kita melangkah pada bab Selanjutnya

Tiket Masuk Gunung Bromo (Kayak materi Kuliah aja, hehe)

Dulu sebelum tahun 2014, harga tiket ke Bromo itu sangat-sangat murah. 

Pada saat itu untuk masuk ke kawasan Bromo Tengger Semeru, kalian hanya merogoh kocek sebesar Rp 15.000 saja untuk satu motor dengan dua orang penumpang. 

Kenapa berdua ? kalo bertiga nanti dikira cabe-cabean, he...he...he (garing ya)

Tetapi semenjak regulasi baru ditetapkan sekitar mei 2014, harga tiket masuk gunung Bromo ini melonjak drastis. 

Terakhir saya mengunjungi Bromo pada tanggal 4 September 2017 via Nongkojajar, harga tiketnya Rp 25.000 + Rp 2.500 asuransi perorang. Ditambah karcis masuk kendaraan roda 2 sebesar Rp 5.000.

Jadi total jika kalian naik motor boncengan berdua dan ingin berwisata ke Bromo, kalian harus mengeluarkan uang sebesar Rp 60.000. Harga tiketnya naiknya keterlaluan. 

Tapi .....

Bromo Tengger Semeru
Tiket Masuk Wisata Gunung Bromo

Semenjak kenaikan tarif banyak fasilitas di Bromo yang dibenahi. Yang paling terasa adalah jalan turun ke lautan pasir yang sudah di aspal dan halus seperti paha ayam geprek di Ayam Nelongso. 

he.he..he canda.

Tapi serius untuk akses jalan memang lebih bagus daripada kunjungan saya sebelumnya. 

Mungkin yang masih kurang adalah fasilitas parkir di Penanjakan 1 yang sangat kurang. Apalagi parkir Jeep, bisa sejauh 1 KM dari penanjakan 1 ketika musim liburan. 

Yang menggunakan jasa Tour dan naik jeep siap-siap jalan kaki untuk menuju penanjakan 1 Gunung Bromo. 

Kalo males jalan ada kok tukang ojek yang siap menawarkan diri dan agak ngeyel memberikan tumpangan kepada anda dengan membayar sejumlah uang pastinya.

Di Penanjakan 1 masih harus bayar lagi parkir sebesar Rp 5.000.

Jika kalian sampai ke Penanjakan masih kemaleman, bisa kok makan pop mie yang harganya dengan kurs dolar, karena satu porsi pop mie dijual Rp 10.000.

Atau ngopi  yang katanya panas tapi pas diminum gak kerasa panas karena suhu udara dipenanjakan yang dingin, tapi tiba-tiba lidah melepuh. 

Sungguh banyak sekali intrik di Gunung Bromo ini.

Tips : Jangan sok traktir teman, jika dalam perjalanan terdiri banyak orang, apalagi kamu anak kos-kosan, karena harganya diluar nalar. (Tips ini diambil dari pengalaman, he..he..he) 

bromo tengger semeru
Salah satu warung di Penanjakan Bromo
Tujuan banyak orang berbondong-bondong pada saat pagi buta untuk sampai ke penanjakan 1 adalah untuk tidak kehilangan momen matahari terbit (sunrise) yang ada di Gunung Bromo yang terkenal indah dan mempesona.

Memang sih bagus, tapi ramenya itu lho bener-bener bikin males. 

Karena mungkin kapasistas di Penanjakan 1 ini cukup sempit dan selalu diatangi ratusan orang setiap harinya, hal tersebut yang membuat kita akan merasa kurang "khusyu" pada saat menikmati matahari yang menyembul pelan-pelan dari ufuk timur.

Kurang lebih Sunrise yang di dapat di Penanjakan 1 Bromo seperti di bawah ini :

bromo tengger semeru
Foto milik Faqih Amminudin


Ya kurang lebih yang akan kalian dapat seperti itu. Lebih banyak lihat orangnya sih daripada lihat sunrisenya.

Udah nggak usah lihat sunrise di Penanjakan 1, kurang lebih kayak gitu kok suasana yang didapat. hehehe...

Waktu yang pas berburu Sunrise di gunung Bromo itu mulai pukul 03.30. 

Karena mulai jam itu kalian bisa menyaksikan matahari dari mulai hanya segaris cahaya kuning sampai pada bentuk sempurnanya. 

Tips : Jika kalian seorang Sunrise Hunter, ketika sampai Penanjakan langsung ambil posisi disebelah kiri, karena arah timur berada di sebelah kiri penanjakan 1.


Ohya sebelum lanjut menyusuri lautan pasir Gunung Bromo, saya akan beri tips mencari guest house yang murah di Bromo.

Jika kalian memilih jalur dari Probolinggo, kalian bisa cari hotel atau guest house Bromo di Cemoro Lawang. Mengingat lokasi yang dekat dengan Bromo dan harganya juga lebih murah. Kalian juga bisa klik link ini Hotel di Bromo via Probolinggo

Harganya kisaran mulai dari 200 ribuan.

Jika kalian lewat Pasuruan, baik dari Paserpan atau Nongkojajar kalian bisa memilih menginap di Tosari atau Wonokitri. Kalian juga bisa klik link ini untuk mempermudah pencarian Hotel di Bromo Via Pasuruhan

Semoga bisa jadi referensi ya !

yuk lanjut ke lautan pasir !

Bromo Tengger semeru, wisata gunung bromo
Lautan Pasir Gunung Bromo

Kalau saya pribadi, lebih asik di lautan pasirnya daripada di penanjakan Gunung Bromo. 

Karena perasaan mau foto gimana saja pasti hasilnya bagus. Apalagi buat kamu yang hits di Instagram pasti bakal minta difotoin terus di sini.

Tempanya semacam lokasi perang di Lord Of The Ring yang sangat kolosal sekali. Landscape yang dibentengi banyak tebing yang konon katanya merupakan sisa dari Gunung Tengger Purba yang meletus ribuan tahun yang lalu.

Jika dari penanjakan, Gunung Bromo terlihat sangat kecil, tapi pas sampai lautan pasir Gunung Bromo terlihat sangat besar. 

"Ternyata yang kecil adalah kita, jadi jangan pernah sombong, karena kita tidak ada apa-apanya dibanding kuasa-NYA."

Jika kalian diberi kesempatan untuk mengunjungi Gunung Bromo ini, jangan lupa bersyukur. Karena telah diberikan waktu untuk menikmati indahnya cipataan Tuhan yang luar biasa.

"Yuk Bersyukur"

Di lautan pasir Bromo ini, kalian akan menemukan beberapa spot menarik yang bisa dikunjungi.

1. Kawah Gunung Bromo. Untuk mencapai kawah Gunung Bromo ini, kalian harus berjalan kaki sekitar 30-45 menit dari tempat parkir

2. Pura Luhur Poten Gunung Bromo. Pura ini berada tepat di pintu masuk sebelum kalian sampai di parkiran Gunung Bromo.

3. Pasir Berbisik. Tempat ini adalah daerah timur dari kawah Gunung Bromo yang terkenal setelah adanya film Pasir Berbisik yang dibintangi oleh Dian Sastro.

4. Bukit Teletubies.  Bukit ini berada di balik Gunung Bromo. Bentuk bukitnya memang menyerupai rumah teletubies sekilas. Untuk mengaksesnya sebenarnya lebih cepat jika kalian melewati jalur via Tumpang.


Bromo Tengger Semeru
Bukit Teletubies
Ohya ada hal yang perlu saya sampaikan, ketika kalian berada di lautan pasir Gunung Bromo dengan mengendarai Motor pastikan kalian selalu berhati-hati.

Karena karakter lautan pasir Gunung Bromo ini agak sedikit bikin jengkel. Karena sering bikin ban motor kita selip dan membuat kita tidak seimbang. 

Pasir di Bromo ini juga sering menjebak kita dan membuat motor kita tidak bisa berjalan. Aplagi yang pakai motor matic, perlu kekuatan ekstra.

Di tambah lagi jika musim kemarau panjang, siapkan tenaga ekstra untuk mendorong motor kalian ya. hehehe....

P.s : Berdasarkan pengalaman yang sudah-sudah

Bromo Tengger Semeru
Kawah Gunung Bromo

Ketika ingin menuju puncak Gunung Bromo, kalian harus berjalan sekitar 30-45 menit sebelum sampai ke kawah Bromo.

Kalian juga bisa menyewa jasa kuda untuk membawa kalian sampai di tangga menuju puncak Bromo.

Sebenarnya pemandangan di gunung Bromo ini sungguh sangat mengagumkan. 

Tetapi satu hal yang membuatnya menjadi kurang, yaitu bau kotoran kuda yang berserakan di sepanjang jalur menuju puncak Gunung Bromo. 

Kalau saya pribadi memilih menghindari jalur utama yang sering dilewati kuda. Karena baunya bikin pusing kepala.

Mungkin salah satu hal yang perlu dibenahi dari wisata Gunung Bromo adalah masalah kotoran kuda ini. Mungkin kudanya bisa diberikan popok atau barang sejenisnya agar tidak buang hajat sembarangan.

"Tips : Kalian harus bawa masker, kalo bisa dobel. Kalau cuman satu dijamin baunya masih tetap tembus" 

Gunung Bromo di Jawa Timur ini salah satu gunung api yang masih aktif di Indonesia.

Beberapa kali Gunung Bromo meletus dan mengeluarkan isi perutnya.

Terakhir Gunung Bromo meletus yaitu pada sekitaran awal 2016.

Karena lokasi Gunung Bromo dengan pemukiman warga masih cukup jauh jadi tidak ada korban jiwa akibat meletusnya Gunung Bromo ini.

Gunung Bromo yang memiliki ketinggian 2.329 mdpl ini akan selalu menjadi magnet kuat bagi para wisatawan baik lokal maupun manca negara.

Terlepas dari kekurangannya, Gunung Bromo tetap memiliki kilauan pesona yang dapat memikat banyak mata.

Terima Kasih sudah mau membaca dari awal hingga akhir, semoga apa yang saya tulis di atas bermanfaat bagi kalian yang sedang berencana untuk mengunjungi gunung Bromo.

Jika ada yang kurang, silahkan berkomentar di kolom komentar di bawah ya.

Saya tunggu cerita dari pengalaman kalian ya.

Ohya kalian juga bisa melihat video pendek saat berada di Gunung Bromo





Selamat Mencoba ya !!!

i.w

Liburan ke Gunung Bromo Lengkap dengan Review Jalur, Hotel dan Panoramanya Liburan ke Gunung Bromo Lengkap dengan Review Jalur, Hotel dan Panoramanya Reviewed by panorlens on 22:52 Rating: 5

No comments:

Powered by Blogger.