Gunung Bromo : Pesona dan Realitanya

Siapa yang tidak tau Gunung Bromo. 
Panoramanya sering menghiasi banyak kalender, wallpaper dan jadi destinasi wajib penyedia jasa Tour and Travel.

Bromo, konon ceritanya terbentuk setelah terjadinya letusan dasyat Gunung Tengger purba.
Kalo mau di pas-pasin, mungkin bromo adalah bagian perut si Gunung Tengger Purba yang masih tersisa.

Gunung Bromo adalah salah satu jujugan utama bagi turis mancanegara ketika mengunjungi Indonesia.
Panorama kelas wahid yang tersaji, tidak akan mungkin mampu kalian pungkiri.

Biasanya, hal pertama yang dilakukan orang-orang saat mengunjungi Bromo adalah untuk melihat sunrise.
ya, sunrise. Sangking banyaknya orang yang ingin melihat sunrise, 
kalian jangan kaget ketika melihat banyak orang berjubel seperti antri sembako.

Sunrisenya memang indah tapi cukup susah mendapatkan spot terbaik untuk menikmatinya.

Foto milik @aminuddinfaqih
SID, Endank Soekamti dan Judika menggunakan bromo sebagai tempat pembuatan video kreatif mereka.

Selain itu, jika kalian generasi 90an pasti tau film pasir berbisik yang dibintangi Dian Sastro kala masih ranum.

Percaya tidak percaya, setelah adanya film tersebut, tempat pengambilan gambar Film Pasir Berbisik ini dinamai sama dengan judul film itu,
yaitu Pasir Berbisik.
Dan, otomatis makin mendongkrak popularitas dari Gunung Bromo ini.

Konon katanya, pasir di area lautan pasir gunung Bromo dapat berbisik.

Jika kebetulan kalian sedang berada di Bromo coba kalian hening sejenak,

diam,,,,,

resapi angin gunung yang syahdu,,

kemudian dari kejauhan pasti akan terdengar bisikan-bisikan lirih . . . .


Mau naik kuda ? (hehehe)

Ya memang gitu, di Bromo tidak hanya ojek Motor, ojek Jeep, tapi juga ada ojek Kuda.

Kuda-kuda milik suku Tengger ini, siap melayani anda pulang pergi dari parkiran sampai tangga menuju puncak Gunung Bromo.

Kalo tarifnya belum naik karena Rupiah melemah. Ojek kuda ini dapat kalian nikmati dengan membayar 100 Ribu untuk pulang pergi.

Bagi kalian yang malas mengeluarkan uang buat naik ojek kuda, kalian bisa berjalan kaki sekitar 30 menit.
Yang lebih asik ketika berjalan kaki, kalian akan ditemani aroma-aroma khas hasil dari kenalpot ojek kuda.

(Awaas!!!! eeg)

Pengalaman yang mengasikan bukan !!!

Baca Juga : Gunung Semeru dan sejuta pesonanya

Masih milik @aminuddinfaqih
 Tidak hanya seniman dan film lokal yang mengambil tempat di Gunung Bromo.

Tokoh Film anak-anak awal 2000an yang sangat ikonik pun sempat tinggal di Gunung Bromo.

Sampai-sampai salah satu tempat di kawasan Bromo ini dinamai dengan Bukit Teletubbies.

Bercanda sih. Bukit-bukit dibelakang gunung Bromo itu dinamai bukit Teletubbies,
karena bentuknya mirip dengan rumah dan taman bermain di film itu.

Bukit ini lebih dekat diakses jika melalui jalur dari wilayah tumpang Kabupaten Malang.
Tapi jalan yang harus di tempuh cukup mengerikan, karena belum di aspal dan turunannya cukup curam.

Area bukit ini seperti oasis di padang pasir, karena di wilayah bromo bagian lain isinya pasir di daerah bukit ini
isinya rerumputan nan hijau, pohon pohon yang rindang. Tapi pemandangan itu cuman pas musim hujan.

Pas musim kemarau ? kayak gini nih

Masih milik @aminuddinfaqih
Gersaaang, tapi tetap ciamik.


Terlalu banyak hal yang menarik sampai-sampai bingung sendiri mau cerita dibagian mana lagi.

Syukur-syukur kalian yang pernah ke Bromo mau berbagi pengalaman dan sedikit cerita kalian di kolom komentar.

Baiklah demikian, kalo banyak salahnya ya wajar namanya masih belajar.

Karena kesempurnaan hanyalah Milik Tuhan dan Andra N The Backbone (Soleh solihun, 2016)

Terima Kasih, sampai jumpa di Panorama berikutnya.



Selalu jaga alam sekitarmu, agar alam Indonesia tetap lestari.

Share this:

Post a Comment

 
Copyright © Panorlens. Designed by OddThemes